Pecalang untuk KTT G20, Ikhlas demi Pulau Dewata

Pecalang untuk KTT G20, Ikhlas demi Pulau Dewata

KBRN, Jakarta: I Wayan Eka Sudiarsa, begitu santun menunjuk jalan alternatif untuk pengendara roda dua di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Eka sapaan akrabnya adalah Pecalang Desa Adat Bualu, ikut terlibat dalam gelaran akbar dunia, KTT G20 Bali.

Di bawah langit cerah sedikit dipayungi gumpalan awan, Eka dan puluhan rekannya sudah berada di beberapa ruas jalan. Berpakaian hitam hitam dipadu kain kotak-kota hitam putih, meraka mulai mengatur arus lalu lintas, sembari lembut menegur sapa.

"Jalur alternatif itu penting karena adanya pembatasan akses masyarakat. Jika masyarakat atau wisatawan ada urusan penting, kami beritahu TNI Polri untuk diberi akses," ujar Eka kepada rri.co.id ditemui di sela-sela kegiatannya di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa (15/11/2022).

Wayan mengatakan, dirinya menjadi Pecalang ditunjuk masyarakat atau kepala desa setempat, tanpa syarat khusus, selain memahami hukum adat. Para Pecalang tidak mendapat bayaran karena merupakan kegiatan ngayah (sukarela), tetapi terkoordinir dari desa adat.  

"Biasanya kami menjaga keamanan Ngaben Massal, Ngenteg linggih, Piodalan, Pengerupukan, atau Nyepi. Kini kami merasa terhormat ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban KTT G20 Bali," kata Eka yang menjadi Pecalang sejak usianya 28 tahun.

Wayan berharap, berlangsungnya KTT G20 ini masyarakat dunia dapat melihat Indonesia khususnya Bali aman untuk dikunjungi. "Yang penting masyarakat dunia melihat kepala negaranya hadir tanpa ada masalah, masa tidak mau berkunjung warga negaranya," kata Wayan sambil tertawa.

Menurutnya, dampak KTT G20 ini memberikan manfaat bagi masyarakat terutama kembalinya geliat ekonomi di Bali. "Semoga perekonomian di Bali kembali," kata Wayan berharap.

Selain khas kotak catur, para Pecalang juga tampak mengenakan Udeng atau pengikat kepada khas Bali. Kehadiran Pecalang memberi pembeda, bahwa di tengah gempita G20 Bali, ada kearifan lokal Bali yang membaur.

"Desa Bualu melibatkan 50 Pecalang yang berpartisipasi mulai pukul 07.00 pagi hingga 21.00. Kami ikhlas mengamankan G20 Bali, demi harumnya Pulau Dewata," ujarnya mengakhiri.

Anda dapat menterjemahkan, menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).

Sumber: RRI